28 Mei 2016

Kesalahan yang Melegenda 2

Ramadhan hampir datang menghampiri. Bulan yang penuh keberkahan ini menjadi sesuatu yang dinanti-nanti. Ada banyak kejadian yang terdapat di bulan Ramadhan. Mulai dari dibelenggunya syetan, bertebarannya aneka ibadah dengan pahala yang berlipat, hingga peristiwa turunnya Al-quran.Satu hal yang akan menjadi pokok bahasan kali ini adalah tentang peristiwa turunnya ayat Al-Quran yang pertama kali.


Seperti telah disepakati bersama, ayat yang pertama kali turun adalah surah al 'alaq ayat 1-5. Di dalamnya berisi perintah untuk membaca. Membaca dalam artian yang sebenarnya maupun dalam artian membaca kondisi sekitarnya. Tidak ada satu pun yang menyangkal mengenai ayat yang pertama kali turun ini.

Ayat-ayat tersebut turun saat Nabi Muhammad menyendiri di sebuah gua yakni gua hiro, dan terjadi pada bulan ramadhan. Mengenai hal ini pun tidak diperdebatkan. Lantas adakah sesuatu yang kurang tepat berkenaan dengan peristiwa turunnya Al-Quran?

Peristiwa turunnya Al-Quran dikenal dengan istilah nuzulul quran. Di Indonesia setiap tahunnya diadakan peringatan nuzulul quran pada bulan ramadhan. Peringatan ini dilakukan pada tanggal tujuh belas ramadhan. Secara logika, jika sesuatu diperingati pada tanggal tersebut setiap tahunnya, kejadian yang sesungguhnya pun terjadi pada tanggal itu.

Permasalahannya adalah, atas dasar apakah peringatan nuzulul quran itu diadakan pada tanggal tujuh belas ramadhan? Benarkah turunnya Al-Quran terjadi pada tanggal tersebut?

Salah satu hal yang terjadi pada tanggal tujuh belas ramadhan adalah perang badar. Pada saat perang badar itu turun wahyu dari Allah. Namun sesungguhnya bukan wahyu yang pertama. Sedangkan wahyu pertama, ada sebagian ulama yanf meyakini turun pada tanggal 21 ramadhan, dan bukan 17 ramadhan. Jika merujuk kepada surat al qadar, akan lebih kentara lagi.

Nuzululquran memang berbeda dengan lailatul qadar (malam kemuliaan). Namun jika dikaji lebih mendalam pada surat tersebut dijelaskan peristiwa yang terjadi pada lailatul qadar. Yakni turunnya ruhul qudus, malaikat jibril sebagai pembawa wahyu. Wahyu hanya diturunkan kepada para rosul. Dan wahyu diturunkan untuk mengatur urusan makhluk.

Lailatul qadar sendiri berdasarkan beberapa hadis disebutkan terjadi pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. Ini berarti mulai tanggal 21,23,24,27,atau 29.

Salah satu sifat ayat al quran adalah menjelaskan ayat yang lain. Begitupun surah al qadar ini. Memberikan sebuah pemaknaan yang tidak secara langsung tersurat. Maka pengkajian terhadap nuzulul quran yang selama ini diyakini terjadi tanggal 17 ramadhan, perlu mendapat perhatian kembali.

1 komentar: