11 Mei 2016

Model Pembelajaran Inovatif 2

Model Pembelajaran Kooperatif Group to Group Exchange

Lihat model pembelajaran lainnya di Inovatif 1

Model ini memiliki arti pertukaran kelompok mengajar. Pada prinsipnya model ini diberikan dengan jalan membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Dan memberikan tugas yang berbeda kepada masing-masing kelompok. Langkah-langkah model pembelajaran Group to Group Exchange sebagai berikut:
Pilih sebuah topic yang dapat digunakan dalam pembelajaran model ini. Topik harus mencakup perbedaan ide, kejadian, posisi, konsep, atau pendekatan. Topik harus sesuai untuk mengembangkan pertukaran pandangan atau informasi. Misalnya topik tentang kebudayaan negara berkembang. Setiap kelompok berikan satu tugas untuk menganalisis kebudayaan negara berkembang namun berbeda negara dan latar belakang negaranya. Dapat diambilkan dengan cara negara-negara dari benua yang berbeda. Atau dalam satu benua namun memiliki kecenderungan perbedaan yang mencolok, seperti negara yang sedang berperang serta negara yang damai.
Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, jumlah kelompok sesuai dengan jumlah tugas yang akan diberikan. Diusahakan tugas masing-masing kelompok berbeda. Sehingga siswa akan mendapatkan gambaran yang lebih luas.
Berikan cukup waktu agar siswa dapat berdiskusi dalam kelompoknya.
Mintalah setiap kelompok untuk menunjuk satu orang juru bicara. Juru bicara ini berperan sebagai pengajar.
Setiap kelompok mengundang satu pengajar dari kelompok lain, serta mendelegasikan pengajarnya kepada kelompok lain yang mengundangnya. Usahakan setiap juru bicara telah mengajar kepada semua kelompok.
Guru memberikan dorongan kepada semua siswa untuk memberikan tanggapan terhadap kelompok lain. Proses ini dilakukan setelah semua juru bicara kembali kepada kelompoknnya masing-masing.
Lanjutkan sisa presentasi agar setiap kelompok memberikan respon terhadap sanggahan, pertanyaan, maupun kritikan dari kelompok lain.
Guru membantu siswa untuk membuat kesimpulan dari berbagai perbedaan pandangan tersebut.

Kelebihan model in adalah: (1) Membiasakan siswa untuk bekerja sama menurut paham demokrasi; (2) Menimbulkan rasa kompetitif yang sehat; (3) Guru dapat menghemat pengawasan, karena guru hanya perlu mengawasi setiap kelompok, bukan setaip siswa; (4) Melatih siswa untuk menjadi pemimpin bagi siswa yang ditunjuk sebagai juru bicara di kelomoknya.
Adapun kelemahan dari model group to group exchange adalah: (1) Guru kesulitan menyusun kelompok yang memiliki tingkat kecerdasan yang sama, karena tidak semua kelas memiliki tingkat kecerdasan yang homogen; (2) Setiap kelompok belum tentu mampu memahami tugas yang diberikan secara baik. Adakalanya satu kelompok dapat menyelesaiakn dengan baik, namun adapula kelompok yang tidak paham sama sekali terhadap tugas yang diberikan.

a

2 komentar:

  1. Hhmmm, untuk kelas rendah, bisa kah digunakan?

    BalasHapus
  2. Mau coment, tp gk ngerti yg beginian mbk Juni.
    Maklum hanya buruh 😂

    BalasHapus