14 Maret 2016

Menulis, Memasak Kata

Apa yang ada di benak saat mendengar kata membaca dan menulis? Kata, kalimat, tulisan, ataukah buku. Ada banyak hal yang dapat berkaitan dengan membaca dan menulis. Namun setidaknya keempat hal itulah yang sering dikaitkan.

Tidak dapat dipungkiri membaca menulis memang berkaitan erat dengan buku. Pelajaran menulis mulai dari tingkat dasar hingga tingkat mahir sudah barang tentu diperoleh di sekolah. Mulai dari menulis alfabet pada tingkat sekolah dasar hingga menulis karangan bebas pada tingkat sekolah lanjutan. Mulai dari menulis di buku bergaris,  hingga menulis dengan menggunakan komputer. Begitu pun dengan membaca. Mulai dari membaca buku bergambar dengan kata penjelas di bawahnya, sampai membaca buku setebal sepuluh senti. 

Sampai kapan pun membaca dan menulis memang berkaitan. Untuk dapat menuliskan sesuatu, sangat perlu membaca terlebih dahulu. Semakin banyak tulisan atau buku yang dibaca tentu akan lebih banyak hal yang diketahui, untuk kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Bermimpi menjadi penulis besar bukan tanpa perjuangan. Salah satunya adalah perlu memperbanyak pengetahuan dari membaca. Jika ingin menulis sebuah artikel, perbanyak membaca artikel yang ditulis orang lain. Jika ingin menulis novel, perbanyak membaca novel orang lain. Melalui kegiatan itu, dapat dijadikan bahan perbandingan, sekaligus juga sebagai pedoman. Setiap penulis memiliki gaya yang berbeda-beda, dengan banyak membaca akan lebih mudah menemukan gaya yang cocok untuk digunakan. 

Membuat tulisan hanya perlu rumus 3T yakni "Titeni, Tirukan, dan Tambahi". Titeni artinya memperhatikan, meneliti setiap tulisan yang dibaca sampai benar-benar didapat titik pokok atau informasi pokok yang diperlukan sebagai bahan utama tulisan.

Tirukan, artinya meniru gaya tulisan yang dibaca. Tirukan bukan berarti meniru kalimat per kalimat, namun lebih kepada meniru gaya tulisan dari penulis yang diinginkan. Menirukan termasuk juga memindahkan informasi yang ada di tulisan orang lain dengan bahasa sendiri. 
Terakhir tambahi, artinya menambahkan. Gaya tulisan dari orang lain masih perlu ditambah agar menjadi gaya tulisan sendiri. Begitupun dengan informasi dari tulisan yang telah dirangkai sendiri perlu ditambahi dengan informasi lain. 

Kegiatan menulis sama halnya dengan memasak, cari bahan baku yang bagus dengan banyak membaca. Racik bahan tersebut dengan merangkaikan berbagai macam hal yang telah didapat, olah dengan bahasa dan gaya sendiri, lalu sajikan dengan tampilan yang lebih menarik. Terakhir tambahkan bahan lain yang akan menjadikannya berbeda, sehingga memiliki daya tarik dan utamanya daya jual yang lebih bagus.

8 komentar: