29 Maret 2016

Metode-Metode Pembelajaran

Pembelajaran di kelas maupun di luar kelas memiliki beragam metode. Setiap metode yang diterapkan memiliki kelebihan dan kelamahnnya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa metode yang lazimnya digunakan di dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

Metode Tadrij (pentahapan)

Metode tadrij disebut juga pentahapan, Metode ini mengedepankan proses pemehaman materi secara bertahap, bukan sekaligus. Salah satu ayat Al-Quran yang mengandung unsur pentahapan adalah Surat Al-Furqan ayat 32. 
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil. 

Ayat di atas mengindikasikan adanya sebuah metode yang diterapkan oleh Allah Swt dalam menurukan Al-Quran, yakni diturunkan secara bertahap. Al-Quran tidak diturunkan sekaligus, hal ini dengan maksud agar lebih mudah untuk difahami. Metode penurunan Al-Quran ini dapat diaplikasikan dalam sebuah pembelajaran. Mamahamkan sebuah konsep materi kepada siswa tidak bisa sekaligus, memerlukan proses pentahapan. Mulai dari konsep  kongkret (nyata) kepada konsep abstrak. Pengenalan mulai dari huruf, kata, kalimat, hingga menjadi sebuah bacaan. Interaksi Antara guru dan siswa pun hendaknua disesuaikan dengan tingkata perkembangan pola pikir mereka. Interkasi guru sekolah dasar kepada siswanya tidak dapat disamakan dengan interkasi Antara guru dan siswa sekolah menengah atas.
Penerapan metode Pentahapan dalam pembelajaran memiliki beberapa kelebihan maupun kekurangan, berikut adalah beberapa kelebihan diantaranya:
1.      Mampu menyesuaikan dengan perkembangan siswa.
Penyampaian konsep materi secara bertahap menurut perkembangan, akan lebih mudah diterima bagi siswa.
2.      Materi dapat tersusun lebih sistematis, sehingga dalam penyampaiannya akan lebih mudah.
3.      Dapat diterapkan dalam berbagai tingkatan, dan beragam materi.
Secara garis besar, metode pentahapan dapat diterapkan dalam berbagai materi, dan pada tingkatan berapa pun. Metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas rendah hingga kelas lanjutan.

Tidak ada metode yang dapat digunakan secara utuh dalam sebuah pembelajaran. Setiap metode harus digabungkan dengan metode yang lainnya, sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Begitu pun dengan metode tadrij (pentahapan) ini,. Metode ini jika tidak digabungkan dengan lainnya, akan memiliki beberapa kekurangan, diantaranya:
1.   Penerapan metode pentahapan terkadang dirasa memosankan bagi siswa, hal ini disebabkan materi yang disampaikan memiliki kesamaan. Hanya tingkatannya saja yang dirubah. Bagi siswa yang telah mampu untuk menelaah materi pasa tingkatan berikutnya, tentu akan merasa enggan atau bosan.
2.      Menghambat bakat inisiatif siswa.
Siswa akan terpaku pada setiap tahapan yang diberikan guru. Jika guru tidak menerapkan metode ini secara inovatif, akan dapat menghambat siswa yang memiliki inisaiatif tinggi.

Penerapan metode tadrij/pentahapan dalam pembelajaran terutama dalam pendidikan agama islam (PAI) dapat dilakukan dalam beberapa materi. Sebagai contoh Penyampaian materi mengenai membaca huruf hijaiyah bagi siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode tadrij dalam materi membaca huruf hijaiyah.
1.      Menyajikan pembacaan huruf hijaiyah, per huruf. Dapat puka dimulai dengan huruf-huruf tanpa harokat.
2.      Membaca huruf hijaiyah tunggal dengan harokat fathah saja.
3.      Membaca huruf hijaiyah tunggal dengan harokat fathah dan kasroh.
4.      Membaca huruf hijaiyah tunggal dengan harokat fathah, kasroh, dan dommah.
5.      Membaca huruf hijaiyah tunggal dengan harokat fathah, kasroh, dommah, fathahtain, kasrohtain, dan dommahtain.
6.      Membaca huruf hijaiyah tunggal dengna harokat fathah, kasroh, dommah, fathahtain, kasrohtain, dommahtain, sukun dan saddah.
7.      Membaca huruf hijaiyah bersambung.


Metode ceramah

Metode ceramah merupakan salah satu metode yang paling umum dan sering digunakan dalam pembelajaran. Pada metode ini guru menyajikan materi melalui penuturan atau penjelasan secara lisan langsung kepada siswa. Penerapan metode ceramah akan berpusat pada guru (teacher centered) sehingga diperlukan kesiapan yang baik dari guru. Baik persiapan secara penampilan, materi maupun alat peraga seabagi pembantu ceramahnya.
Metode ceramah terdapat dalam ayat Al-Quran yakni dalam surat Thaha ayat 25-28
  
Artinya :
25. berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku[915],
26. dan mudahkanlah untukku urusanku,
27. dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
28. supaya mereka mengerti perkataanku,
Ayat tersebut merupakan salah satu cuplikan kisah saat Nabi Musa As berdoa kepada Allah Swt agar diberikan kemudahan dalam menghadapi Firaun. Saat itu Nabi Musa As mengalami kesulitan dalam menyampaikan ajaran Allah Swt kepada Firaun. Dalam keadaan tertekan seperti itu, Nabi Musa As lantas memohon petunjuk kepada Allah Swt agar diberikan kemudahan saat menyampaikan (ceramah) ajaran Allah Swt kepada Firaun.
Kelebihan metode ceramah anatara lain:
1.      Dapat digunakan dalam  berbagai kelas.
Kelas yang hanya memiliki jumlah siswa kurang dari sepuluh dapat dikenai metode ceramah. Begitupun kelas yang memiliki siswa lebih dari seraturs (kuliah umum, misalnya) pun dapat dikenai metode ceramah. Ini berarti metode ceramah tidak memandang jumlah siswa yang harus ada untuk penerapannya.
2.      Penerapannya mudah
Tidak dipungkiri bahwa salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang guru adalah berbicara di depan siswanya. Ketika guru mampu berbicara di depan muridnya, saat itulah metode ceramah sudah diterapkan. Metode ini bahkan dalam tingkatan minimalnya, tidak memerlukan alat bantu apapun. Cukup guru mampu berbicara maka metode ceramah pun berjalan.
3.      Guru akan lebih mudah menguasai kelas.
Metode ini memungkinkan guru untuk mengontrol siswa lebih mudah. Pembelajaran yang berpusat pada guru akan membawa segenap perhatian dari siswa tertuju sepenuhnya kepada guru. Saat guru menghendaki akan melakukan pengelolaan kelas lebih lanjut pun dapat lebih mudah dilakukan.
Metode ceramah dengan berbagai keunggulannya, bukan tidak mungkin memiliki berbagai kelemahan. Beberapa kelemahan metode ceramah anatara lain:
1.      Siswa menjadi pasif
Pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah menjadikan kelas tidak bergerak. Guru secara terus menerus menyampaikan materi dari arahnya saja. Umpan balik dari siswa menjadi sangat minim dengan metode ini. Kelasa memang akan cenderung tenang, namun ketenangan ini membuat siswa menjadi pasif. Bahkan untuk sekeadar bertanya pun terkadang harus menunggu aba-aba dari guru.
2.      Bila terlalu lama akan membosankan.
Mendengarkan ceramah dari seseorang yang terlalu lama, siapa pun orangnya lama kelamaan akan memunculkan kebosanan. Terlebih jika selama ceramah tidak ada satupun selingan penggunaan alat peraga atau media yang turut membantu penjelasan ceramahnya. Metode ceramah jelas memerluakan alat bantu lainnya untuk menjadikannya menarik bagi pendengarnya, dalam hal pembelajaran adalah siswa.
3.      Pembelajaran menjadi lebih mengutamakan kemampuan auditori.
Karakteristik kemampuan siswa dalam satu kelas tidak mungkin seragam. Ada yang memiliki karakter visual, auditorial, atau kinestetik. Siswa berkarakter auditori akan lebih mudah menangkap materi dari pendengarnya. Siswa ini tentu cocok dengan metode ceramah. Namun bagi siswa berkarakter visual dan kinestetik akan menjadi lebih sulit untuk menerima materi dengan metode ceramah. Siswa berkarakter visual memerluak tambahan berupa tulisan atau gambar yang dapat dilihat. Sedangkan bagi anak kinestetik memerlukan sebuah pemahaman melalui gerakan.
4.      Sulit mengontrol  perolehan hasil pembelajaran.
Perolehan hasil pembelajaran melalui metode ceramah tidak serta merta dapat dilakukan secara langsung. Guru haus mengkombinasikannya dengan metode lain. Misalnya tanya jawab, penugasan, dan sebagainya.
Menilik kelebihan dan kelemahan metode ceramah, penerapannya dalam pembelajaran tidak mungkin lepas dari metode ini. Metode ini harus dikombinasikan dengan metode lain agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Persiapan sebelum pembelajaran saat guru memilih metode ini pun harus optimal. Beberapa yang perlu dipersiapkan anatara lain; (1) Materi, siapkan dan kuasai materi secara matang. Telaah kompetensi pembelajarannya, apakah dapat disampaikan melalui metode ceramah atau tidak. (2) Kombinasikan dengan metode lain. Hal ini
Harus difikirkan lebih dahulu oleh guru. Persiapkan metode pendamping yang akan digunakan selain ceramah. (3) Persiapkan alat peraga atau media pembelajaran yang sesuai dengan materi. Ceramah yang hanya monoton tanpa adanya bantuan alat peraga akan terasa sangat membosankan, maka sangat perlu untuk mempersiapkan pendukung metode ceramah.
Metode ceramah dapat diterapkan dalam berbagai materi, sebagai contoh adalah materi PAI mengenai iman kepada Malaikat Allah Swt, untuk siswa kelas Empat Sekolah Dasar. Materi ini dapat disajikan melalui ceramah, dengan urutan materi sebagai berikut:
1.      Pengertian malaikat, mengenai sifat-sifatnya dan kisah penciptaanya.
2.      Perbedaaan malaikat dengan manusia.
3.      Nama-Nama mailakat yang harus diimani beserta tugasnya.
4.      Hikmah iman kepada malaikat Allah Swt.

Metode Tanya Jawab

Metode Tanya jawab merupakan bentuk penyajian materi melalui pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban sebagai penjelas. Pertanyaan maupun jawaban tersebut harus mengacu pada materi pokok yang disampaikan. Pertanyaan maupun jawaban dapat berasala dari guru maupun siswa. Saat mengawali pembelajaran, guru dapat menyampaikan sebuah pertanyaan yang akan menggiring siswa kepada sebuah jawaban. Jawaban itulah yang akan dibahas dalam pembelajaran. Pembahasan materinya pun dapat kembali disajikan dalam bentuk pertanyaan.
Ayat-ayat Al-Quran yang mengandung tanya jawab berjumlah cukup banyak. Salah satunya terdapat dalam surat al-maidah ayat 109:

109. (ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan Para Rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?". Para Rasul menjawab: "tidak ada pengetahuan Kami (tentang itu); Sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib".

surat Al-Mukminun ayat 84-85, sebagai berikut:
รถ
84. Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
85. mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka Apakah kamu tidak ingat?"

Kedua contoh di atas hanya sebagian dari ayat Al-Quran yang mangandung Tanya jawab. Setidaknya ada 143 ayat mengandung pertanyaan dan jawaban. Banyaknya Tanya jawab yang Allah Swt tuangkan dalam sebuah ayat, menjadikan Tanya jawab memiliki arti tersendiri. Allah Swt telah menggunakan metode ini untuk memberikan beberapa pengertian. Maka Tanya jawab pun dapat diadopsi menjadi sebuah metode dalam penyampaian pembelajaran.

Metode Tanya jawab memiliki kelebihan sebagai berikut:
1.      Membuat siswa menjadi aktif
Siswa akan terpicu untuk mempelajari sesuatu melalui bertanya maupun menjawab. Hal ini akan membuat siswa bukan sebagi pendengar saja. Metode tanya jawab akan membuat Mereka akan menjadi pembicara.
2.      Guru lebih mudah mengetahui kemampuan siswa.
Guru dapat memberikan umpan berupa pertanyaan, yang harus dijawab oleh setiap siswa. Dari hal ini guru dapat mengetahui seberapa besar kemampuan siswa terhadap kompetensi tersebut. Guru juga dapat memberikan penilaian dari setiap jawaban yang diberikan oleh siswa. Tingkat kefahaman siswa pun akan lebih mudah untuk diketahui.

Kelemahan metode tanya jawab, antara lain:
1.        Melebarnya materi pokok.
Sebuah pertanyaan terkadang akan membawa pada jawaban yang beragam. Baik jawaban dari guru maupun dari siswa, akan memiliki kemungkinan untuk memperlebar pokok bahasan. Kompetensi yang seharusnya tercapai terkadang menjadi tidak tercapai, dikarenakan pertanyaan dan jawaban menjadi melebar kemana-mana.
2.        Memerlukan waktu yang lebih lama

Metode tanya jawab memerluakan waktu yang lebih lama untuk mencapai sebuah kesimpulan. Pertanyaan dan jawaban yang tidak sesuai harus diusahakan oleh guru untuk dirubah menjadi pertanyaan yang akan mengantarkan pada materi yang sesungguhnya. Hal seperti inilah yang menyababkan metode tanya jawab memerlukan waktu yang lebih lama. 

4 komentar:

  1. yup... gk ada metode yg sempurna, b'lebih b'kurang, gurunya yg harus kreatif :)
    sebab, gk ada artix metode hebat klo gurux gk ahli menerapkanx.
    Teacher is a key of learning success.
    thanks sharingx..:)

    BalasHapus